INDEKS NIKKEI 225

Indeks Nikkei begitu banyak diminati di pasar berjangka dunia karena dilihat dari usianya yang lebih dari setengah abad, diperdagangkan pertama kali di bursa Jepang pada 1 Mei 1949, dengan nilai awal sebesar 176,21 yen. Disamping itu pertumbuhan ekonomi Jepang yang demikian pesat pasca perang dunia kedua, sehingga sejumlah perusahaan yang terdaftar di lantai bursa efek Jepang ikut mengalami kemajuan, dan para pemburu saham berbondong-bondong menyerbu pasar.
Pemilik indeks Nikkei adalah perusahaan yang bergerak di bidang informasi, yaitu Nihon Keizei Shimbun, Inc. atau lebih dikenal dengan Nikkei. Perusahaan ini sudah berdiri sejak 1876, dan di Jepang surat kabar yang diterbitkan perusahaan ini dengan nama The Nihon Kezei Shimbun cukup disegani, dan merupakan sumber informasi utama para pelaku bisnis dan pengambil keputusan. Konon, Shimbun merupakan surat kabar dengan oplah terbesar di dunia.
Di bursa saham Jepang, Tokyo Stock Exchange (TSE), indeks Nikkei merupakan indikator pasar yang menunjukkan tingkat harga teraktif saham-saham perusahaan yang tercatat di lantai bursa. Nikkei Stock Average Index merupakan harga rata-rata dari 225 saham perusahaan utama yang tercatat di TSE, atau dikenal dengan NSIF225.
Nikkei 225 Index dikelompokkan menjadi beberapa kategori, antara lain:
• Foods
• Textiles & Apparel
• Pulp & Paper
• Chemicals
• Pharmaceuticals
• Oil & Coal Products
• Rubber Products
• Glass & Ceramics
• Steel Products
• Nonferrous Metals
• Machinery
• Electric Machinery
• Shipbuilding
• Automotive
• Other Transport Equipment
• Precision Instruments
• Other Manufacturing
• Fishery
• Mining
• Construction
• Trading Companies
• Retail
• Banking
• Securities
• Insurance
• Other Financial Services
• Real Estate
• Railway/Bus
• Other Land Transport
• Marine Transport
• Air Transport
• Warehousing
• Communications
• Electric Power
• Gas
• Services
Stock index futures contract merupakan suatu komitmen untuk berpartisipasi dalam pergerakan harga keseluruhan dari pasar saham. Indeks Nikkei diperdagangkan dalam futures market, tetapi masih berkaitan dengan pasar saham. Jadi stock index futures Nikkei mempunyai karakteristik gabungan dari perdagangan saham unggulan dengan perdagangan berjangka.
Bursa-bursa berjangka dunia yang memperdagangkan kontrak berjangka dunia yang mempedagangkan kontrak berjangka indeks Nikkei, hingga saat ini ada sebanyak empat bursa. Yaitu Osaka Securities Exchange (OSE) dengan spesifikasi kontrak berjangka indeks Nikkei 300, Chicago Merchantile Exchange (CME) dengan spesifikasi kontrak berjangka indeks Nikkei 225, Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) dengan spesifikasi kontrak berjangka indeks Nikkei 225 dan Singapore Exchange (SGX).
Indeks Nikkei begitu banyak diminati di pasar berjangka dunia karena dilihat dari usianya yang lebih dari setengah abad, diperdagangkan pertama kali di bursa Jepang pada 1 Mei 1949, dengan nilai awal sebesar 176,21 yen. Disamping itu pertumbuhan ekonomi Jepang yang demikian pesat pasca perang dunia kedua, sehingga sejumlah perusahaan yang terdaftar di lantai bursa efek Jepang ikut mengalami kemajuan, dan para pemburu saham berbondong-bondong menyerbu pasar.
Pemilik indeks Nikkei adalah perusahaan yang bergerak di bidang informasi, yaitu Nihon Keizei Shimbun, Inc. atau lebih dikenal dengan Nikkei. Perusahaan ini sudah berdiri sejak 1876, dan di Jepang surat kabar yang diterbitkan perusahaan ini dengan nama The Nihon Kezei Shimbun cukup disegani, dan merupakan sumber informasi utama para pelaku bisnis dan pengambil keputusan. Konon, Shimbun merupakan surat kabar dengan oplah terbesar di dunia.
Di bursa saham Jepang, Tokyo Stock Exchange (TSE), indeks Nikkei merupakan indikator pasar yang menunjukkan tingkat harga teraktif saham-saham perusahaan yang tercatat di lantai bursa. Nikkei Stock Average Index merupakan harga rata-rata dari 225 saham perusahaan utama yang tercatat di TSE, atau dikenal dengan NSIF225.
